Rabu, 08 April 2009

DENGAN APA LAGI KITA MENJAGA ANAK KITA

Saudaraku ….hidup semakin susah ,itu faktanya ,selalu ada kemudahan setelah kesusahan itu keyakinannya, tapi mengubah fakta-fakta dengan keyakinan memerlukan kata sambung agar keduanya menjadi sepasang jalan hidup yang utuh yang bisa kita lalui dengan baik . bagi jutaan rakyat di negeri ini ,membuat daftar kesulitan dan kesusahan itu sendiri ,mungkin sudah susah ,karena terlalu banyaknya ,di sector apa saja ,selalu ada keprihatinan demi keprihatinan ,ini bukan tindakan memupuk mental kalah ,tapi memang kesusahan demi kesusahan terus mendera kehidupan bangsa ini .Salah satunya permasalahan itu adalah permasalahan anak-anak kita,generasi kita saat ini .Allah berfirman :

Dan ketahuilah ,bahwa hartamu dan anak-anak mu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah lah pahala yang besar (8:28 )

Anak adalah masa depan,tidak jarang sebagian orang tua mengatakan bahwa anak adalah asset kehidupan ,menyaksikan anak tumbuh sehat jiwa dan fisiknya tentu menjadi harapan dan dambaan semua orang tua .

Membesarkan anak dengan pendidikan yang benar dan tepat,tentu akan membentuk calon-calon manusia besar yang bermanfaat bagi manusia lainnya dan peradaban masa depan ,tentu kita punya harapan keberhasilan anak-anak kita adalah kebanggaan kita sebaliknya kegagalan anaka-anak kita tentu membuat kita ikut menanggung aib dan kegagalannya ,bahkan tidak sampai di dunia saja,diakhirat kelak pun kita akan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah ,apakah kita berhasil atau gagal dalam menjaga dan mendidik anank kita

Al qur’an sendiri menjelaskan potret yang beraneka ragam ketika mengambarkan keberadaan anak-anak.ada kerumitan disana ,maksudnya bahwa mencetak anak menjadi apa bukanlah perkara sederhana,seperti dijelaskan oleh Al qur’an anak –anak yang sholih adalah kebanggaan ,sekaligus asset dan generasi yang dijanjikan Allah akan dipertemukan dengan orang tua mereka .Saudaraku ….adakah reuni yang lebih indah dari reuni keluarga disurga ? saat orang tua melihat anak-anak mereka di hadirkan oleh Allah lantaran mengikuti jalan keimanan orang tua mereka ? sebagaimana dalam surah At Thuur 21-28 )

Itulah cita-cita harapan kita semua ,namun kenyataan di zaman ini hadirin miris rasa hati kita tatkala membaca koran ,majalah dan menyaksikan media elektronik,tega atau tidak ,tapi keresahan yang menggemparkan di banyak kasusnya ,telah mengubah kejahatan anak-anak kita menjadi cerita nyata yang sambung menyambung ,tragedy tentang anak-anak yang tiba-tiba menjadi para penjahat mengerikan ,siapapun akan sangat susah menemukan celah untuk sekedar memberi belas kasihan kepada para penjahat belia itu ,sebab dunia anak-anak hari ini ternyata sangat mengerikan .

Si ali sebut saja namanya anak Pesaman Sumatera Barat lulus SD bersama 3 temanya telah mengeksekusi Ratna dewi gadis tetangga -15 tahun ,diperkosa diinjak kemudian dimasukan sumur tua. Di Bengkulu anak perempuan lulus SMP ,mampu menikam tetanggannya karena cekcok mulut .di Jakarta timur yang baru ini seorang anak membakar ayahnya hidup-hidup hanya karena tidak di kasih uang saku . itulah hadirin gambaran generasi kita saat ini .

Apa yang dulu sepertinya tidak mungkin terjadi ,kini menganga di depan mata ,kanak-kanak berubah menjadi pelaku kejahatan yang mengundang kutukan dan makian ,lembaga advokasi dan pemberdayaan pekerja dan anak ,mencatat kejahatan yang dilakukan anak-anak mencakup berbagai tindakan mengejutkan diantara nya pemerkosaan yang di lakukan anak yang baru berusia 11 tahun,tayangan-tayangan mistik ,mesum dan horor yang amat mudah di akses dan dampaknya kerap kali di pandang sebelah mata ,sudah melahirkan petaka ,

sepertinya kita tidak lagi mengenali anak-anak sebagai anak-anak,mereka tumbuh dalam arus generasi instant yang menafikan proses dan detil ,generasi pemimpi ,generasi takhayul ,generasi penuh syahwat,generasi penghibah,generasi kekerasan,ini tragedy yang tak terbayangkan.

Terus bagaimana kita menjaga kemurnian mereka ? anak-anak kini menghadapi tantangan di dunia yang nyaris hancur ,dalam situasi seperti ini ,apa yang paling di perlukan agar mampu menjaga keimanan di jiwa dan mata mereka ?jawabanya kita pasti sepakat ,bahwa tidak ada yang dapat menggantikan peran pentingnya keluarga sholih dalam kehidupan seorang anak ,terlebih lagi kita juga tidak bisa berharap terlalu banyak dengan solusi terkait kebijakan hukum maupun lingkungan untuk melindungi anak-anak kita dari penyimpangan .

Saudaraku....untuk menjaga kemurnian fitrah anak kita ada beberapa hal yang perlu kita lakukan :

Pertama : Lekatkan Allah dalam kehidupan mereka .

Tidak ada yang lebih penting untuk dilakukan sepasang orang tua terhadap anaknya selain mengenalkan dan mendekatkannya dengan Allah SWT.yang hendaknya telah dilakukan sejak ia masih kecil ,bahkan jauh sebelum lahir .sebab ,dengan hal itu kita telah memberinya kunci utama keselamatan dalam kehidupannya,di dunia dan di akhirat .karena itu kita ,misalnya ,hadist tentang mengadzankan bayi yang baru lahir meskipun dianggap lemah (dhoif),namun banyak ulama tetap menganjurkannya ,agar suara yang pertama kali merasuki telinga bayi tersebut adalah lafazdh tentang kebesaran Allah.dan kalaupun alat dengar itu ternyata belum berfungsi,minimal ia adalah sebentuk usaha agar si bayi mendapatkan keselamatan dan perlindungan Allah dari hal-hal yang buruk dan jahat ,sejak dini .

Mengenalkan anak-anak dengan Robb mereka ,tentu tidak sebatas mereka mampu menyebut namaNya,akan tetapi,juga mengenalkan mereka akan dasar-dasar ajaran agama Nya tentang akhlak dan etika yang baik,serta perbuatan-perbuatan yang terpuji dan yang dilarang oleh Nya .

Kedua : Keharmonisan Keluarga .

Biasanya anak yang bermasalah,tidak berdisiplin,nakal ,menyimpang ,dan sikap negatif yang lainnya mempunyai latar belakang keluarga yang juga tidak aman,tidak bahagia dan mempunyai masalah di dalam rumah tangga.baik permasalahan itu dalam bentuk ketidakharmonisan keluarga secara keseluruhan,utamanya hubungan bapak dan ibu .atau bisa juga keharmonisan itu muncul karena situasi dan pola pendidikan keluarga yang tidak mendukung harmonisasi .karena itu ,masalah paling mendasar yang perlu diwujudkan adalah rumah tangga bahagia,harmonis dan mempunyai hubungan yang kuat didalam keluarga .

Dalam konteks ini ,ternyata untuk mengatasi situasi zaman seperti sekarang,anak-anak tak hanya memerlukan ayah dan ibu yang rajin beribadah,namun mereka memerlukan orang tua untuk bisa mewujudkan rasa melindungi,mengajar ,dan menmgasihi mereka.dan itulah warna yang ada dalam sebuah keluarga harmonis.terlebih saat kebejatan moral yang makin serius,kita harus makin berusaha mewujudkan keluarga harmonis.ada banyak situasi keluarga yang bisa merusak anak.misalnya saja ,pengharapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah terhadap anak,pemanjan yang berlebihan,jadwal yang berlebihan,dan sifat egosentris.terlalu keras atau terlalu memanjakan anak mengurangi kemampuan anak untuk mengenali,mempercayai dirinya sendiri .

Ketiga : Beri Teladan Kesholihan

Warna hidup seorang manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya (ibnu biatihi ) jika lingkungannya baik ,maka akan terpancar dari dirinya ,sifat ,prilaku ,etika , dan moral yang kemilau .Namun jika rusak ,sedang ia tidak punya filter dalam dirinya ,ia tidaklah lebih dari sekumpulan anggota tubuh yang siap menularkan “penyakit “ bagi lingkungannya .Imam Al Ghozali menegaskan ,”Pangkal pendidikan pada anak-anak adalah menjauhkan mereka dari teman-teman yang jahat .”

Salah satu contoh ,seorang bocah di Iran ,sayyid Husein Thabthabai ,sudah mampu hafal Al qur’an dan menguasai tafsirnya sejak usia 5 tahun .satu prestasi yang tentu saja luar biasa .Namun kalu kita melihat latar belakang keluarganya ,prestasi itu tentu menjadi hal yang wajar .karena ayah dan ibu sayyid Husein ternyata adalah dua orang yang juga hafal Al qur’an .

Ayah Husein,ketika diminta menceritakan bagaimana ia mendidik anaknya ,dengan merendah ia berkata “sebenarnya saya sebagai seorang ayah tidak pantas berpesan sebagaimana yang anda inginkan ,tetapi disini saya atas nama seorang pengjar Al qur’an akan berpesan kepada para bapak dan ibu bagaimana saya mengajarkan Al qur’an kepadanya .langkah awalnya adalah para bapak dan ibu sendiri yang harus memeliki perhatian khusus terhadap Al qur’an terlebih dahulu .dirumah harus sering membaca Al qur’an ,sebab kalau tidak jangan harap anak-anak ,menjadi seorang penghfal Al qur’an ,menjadi qori’ yang mampu memahami Al qur’an .

Jika kita menoleh kebelakang ,jauh pada kehidupan salafussholih ,diusia dini mereka rata-rata hafal Al qur’an karena contoh dan pengaruh dari orang tua mereka ,semua fakta itu menjadi penguat ,bahwa lingkungan keluarga nyang memberikan pengaruh yang positif pula pada perkembangan anak-anak kita .

Keempat ,Kenali dan Kuasai Problematika Zaman

Kenali perkembangan problematika zaman yang mengelilingi mereka .berapa banyak orang tua yang tidak mengenal dunia pergaulan anak-anaknya,berapa banyak pula para orang tua yang begitu mempercayai anaknya dengan mendidik dan mengajarinya dirumah ,tetapi tidak disadari bentuk-bentuk penyimpangan apa yang mengancam anak-anaknya di luar rumah .kejahatan cyber di dunia maya adalah salah satu contoh yang seharusnya disadari oleh siapapun kita,terlebih orang tua.kasus kejahatan perkosaan massal yang dilakukan anak-anak usia SMP di Way Kanan ,Lampung ,nyatanya dipicu oleh kebiasaan mereka mengkonsumsi pornografi lewat dunia maya,atau internet.hampir dipastikan ,para orang tua sedikit saja yang mengerti apa itu internet sebagai produk informasi modern,lalu bisa memahami kadar bahayanya terhadap anak-anak .

Kelima,Beri Apresiasi (berikan hadiah )

Karakter umum yang dimiliki anak-anak adalah senang di puji ,mereka akan bangga ketika mencapai sebuah prestasi ,lalu ada apresiasi dari orang tua atas apa yang di raihnya.bukan hanya bangga ,tetapi mereka akan bersemangat dan berpikir untuk terus melakukan yang lebih baik .

Hal yang sering salah kita lakukan adalah ,melupakan prestasi-prestasi ibadah dan amal yang dapat mereka lakukan ,sementara prestasi –prestasi mereka di luar itu begitu kita hargai ,kita tidak pernah memberi hadiah karena mereka rajin datang ke masjid mengikuti sholat berjamaah,atau pandai dalam membaca Al Qur’an,atau indah dalam melantunkan adzan,atau mampu menjalankan ibadah puasa,seperti kita mengapresiasikan mereka karena pandai berhitung ,naik kelas ,juara lomba menyanyi dan sebagainya .prestasi yang bersifat duniawi terkadang lebih kita hormati daripada prestasi akhirat mereka ,yang akhirnya akan mengecilkan hal tersebut di mata mereka ,sehingga seringkali kehilangan motivasi untuk melakukannya .

Selain beberapa hal ini ,masih banyak sesungguhnya yang bisa kita lakukan untuk menjaga dan memelihara anak-anak kita .wallahu ‘alam bishowab .

1 komentar:

  1. jazaakallohu khoiron katsiro, artikelnya bagus, semoga kita dimudahkan Allah mendidik anak-anak kita menjadi generasi Robbani.

    BalasHapus

Salam...
Selamat bergabung sahabat eL_BAQ,Jangan lupa sarannya ya...:)