Jumat, 17 April 2009

Titip Rindu Buat Pemimpin yang Adil

Seperti dongeng yang melegenda, kisah kekuasaan para pemimpin punya lembaran sejarah yang abadi.Baik atau buruknya.Mulia atau hinanya.Betapa di setiap masa selalu ada pemimpin pahlawan Tetapi disaat yang sama ada pecundangnya.Disetiap masyarakat selalu ada pemimpin yang adil.Tapi hampir pada waktu yang bersamaan ada juga pemimpin culasnya.Seakan sebuah keniscayaan.Ada orang – orang baik disana tapi juga ada orang – orang buruk di sisi yang lain.

Kerinduan kepada pemimpin yang adil,memang laksana mimpi yang tak berujung.Berputar dalam serial panjang di alam khayalDunia memang belum kiamat.Masih tersisa orang – orang baik di sebagian belahan bumi.Tetapi hidup di penghujung zaman ini menjadi orang baik saja tidak cukup.Diperlukan orang baik,tapi juga kuat.Sebab diperlukan kekuatan,agar kebaikan bisa mengalir bersama denyut masyarakat.

Ada banyak kreteria pemimpin yang kita rindukan. Meski kata “adil” hampir mewakili semuanya.Mungkin saja diantara orang – orang yang “berani” menjadi pemimpin itu,mau melirik dan meneladani.Meski bila ia melakukannya, tak lebih merupakan sebentuk penunaian kewajiban.

1.Kita rindu pada pemimpin yang berorientasi akhirat.

Sangat normatif memang, tapi disanalah kita menambatkan akhir dan puncak kerinduan ini.Pemimpin yang cabul akan mendidik rakyatnya dengan hal – hal yang cabul.Sebaliknya,pemimpin yang baik,sopan akan mengajari rakyatnya dengan etika sopan santunyang patut dan diajarkan Islam.Begitu seterusnya

2.Kita rindupemimpin, yang menyayangi sepenuh hatinya

Rasulullah bersabda:”Sebaik – baik pemimpin kalian adalah yang mencintai kalian, dan kalianpun mencintai mereka.Yang kalian mendoakan mereka,dan mereka pun mendoakan kalian.Dan seburuk – buruk pemimpin adalah yang kalian benci dan merekapun membenci kalian.Yang melaknat kalian dan kalianpun melaknat mereka.”

Disetiap kepemimpinan,harus ada kasih sayang yang bersih.Bertumpu kepada kedewasaan dan rasa tanggung jawab.Bukan hawa nafsu dan keinginan sesaat.

3.Kita rindu pada pemimpin yang berani menunaikan hak orang yang di pimpinnya.

Ruang lingkup kepemimpinan,dalam bentuk yang besar atau kecil,punya tanggung jawab besar untuk menunaikan hak- hak orang – orang yang dipimpin.

Ya sebenarnya ada banyak kerinduan kita pada pemimpin.Pemimpin yang tidak rakus,yang tidak memakan harta rakyat dengan cara yang tidak syah.Pemimpin yang cerdasdan pandai menghadapi berbagai masyalah.Kita rindu pada begitu banyak tipe pemimpin yang baik bukan sekedar tiga contoh diatas karena pada merekalah ada “nasib” kita.Dalam kerangka takdir Allah tentu.

Tetapi, pemimpin yang kita rindukan bukan secuil mimpi untuk sang calon legislatif atau presiden.Bukan.Nampaknya terlalu sempit menggantungkan nasib ini pada mereka.Kerinduan ini adalah kerinduan kita pada diri kita sendiri.Karena sejatinya setiap kita adalah pemimpin itu sendiri.

Biarlah kerinduan ini menjadi nyanyian dan suara hati diantara kita.Untuk kita tebus,dalam ruang dan waktu yang berbeda,dimanapun kita berada. Disini atau disana,jadilah orang yang mengejar kerinduan itu,sekaligus membayarnya.

Wallahu’alam Bishowab…..:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam...
Selamat bergabung sahabat eL_BAQ,Jangan lupa sarannya ya...:)