Kamis, 09 April 2009

Sejenak Bersama Pendeta dan Putranya

Nun jauh di ujung dunia…... Di benua Afrika……

Seorang pendeta dari salah satu lembaga misionaris yang selalu berkeliling dari kampung ke kampung dan dari kota ke kota yang lain.Dia berbaur dengan orang – orang Islam, mendekati dan menarik simpati mereka. Ia mempunyai seorang anak laki – laki yang berumur hamper lima belas tahun.Pada suatu hari si anak bertanya kepada san ayah,” Ayah apakah orang – orang hitam mempunyai Tuhan sendiri,dan orang putih punya Tuhan sendiri ?”

Sang Ayah balik bertanya,”Mengapa engkau menanyakan hal itu?”

Pemuda itu menjawab,”Saya ingin mendapat keyakinan. Sebenarnya Tuhan itu satu atau dua?!”

Suatu hari pemuda tersebut berjalan – jalan dan menjumpai suatu masjid,ketika kaum muslimin tengah menunaikan shalat, mereka ruku’ dan sujud.Dia terpana ketika melihat shalat,mereka ruku’ dan sujud.Dia terpana ketika melihat banyak orang kulit putih di tengah tengah mereka. Mereka bergaul dengan akrab dan penuh cinta kasih.Ia pun masuk kedalam masjid, duduk bersama, berkenalan,bahkan menyatu dengan mereka.Ia selalu menemui mereka sepanjang situasi dan kondisinya memungkinkan.

Suatu ketika, Ayahnya mengetahuai hal tersebut. Maka anaknya berkata,”Sekarang saya yakinbahwa Dzat yang menyatukan orang kulit putih dan kulit hitam adalah Tuhan Yang Satu dan yang membimbing manusia kepada Allah Yang Maha Esa itu adalah Muhammad Rasulullah.”

Maka tahulah pendeta itu bahwa anaknya telah masuk iIslam.

Demikianlah, sekiranya manusia diberi kebebasan berfikir, tentu mereka akan kembali kepada kendali fitrah-nya dan menjadi orang Islam.

Biarkan aku hidup…….

Bersama suara hati………..

Dan inti jiwaku sendiri……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam...
Selamat bergabung sahabat eL_BAQ,Jangan lupa sarannya ya...:)