Jumat, 01 Mei 2009

"COBA ADA SUPERMAN....."

“Coba ada superman,” gumam seorang bocah saat menyaksikan repotnya sang ayah memperbaiki genting rumahnya yang bocor. Harus dengan tangga, merambat di antara sela pelapon rumah, dan seterusnya.

Dari persepsinya yang sederhana, Andi yang sudah lima tahun di SD ini kerap terperangkap dengan pengandaian tokoh pahlawan yang serba super. Merasa tidak mungkin menaiki tangga, pelapon, dan meraih genting bocor; imajinasinya melayang ke tokoh super yang bisa terbang.

Begitu pun ketika Andi kehilangan uang, yang entah tercecer di mana. Ia membayangkan kehadiran jagoan super yang mampu melihat tembus pandang. Dengan sekali sorotan mata, uang Andi bisa ketemu lagi.

“Uangnya sudah ketemu, Ndi?” tanya sang kakak suatu kali. Ungkapan keprihatinan itu tak berjawab langsung. Andi hanya membalas senyum, seolah masalah tidak sebesar yang diprihatinkan. “Nanti juga ketemu!” jawab Andi enteng.

Padahal, tak ada tanda-tanda Andi berusaha keras untuk mencari. Satu hal yang tak terpikir sang kakak: siapa yang akan mencari uang Andi? Karena kalau itu yang ditanyakan, jawabannya akan begitu ringan: superman!

** Semua orang punya masalah. Ada skala perorangan, kelompok, bahkan negara dan dunia. Karena hidup ini memang dirancang sebagai bentuk perjalanan panjang melalui ruang-ruang masalah.

Namun, tidak semua yang berhadap-hadapan dengan masalah punya respon positif terhadap kemampuan diri. Kunci solusi seolah mustahil lahir dari kekuatan diri sendiri. Butuh orang lain yang serba super, yang bisa menyediakan berbagai sarana solusi: mulai dari uang, kecerdasan, pengalaman, teknologi, hingga relasi.

Semoga hanya Si Andi yang terperangkap persepsi ini. Ciri utamanya: ia selalu mengandalkan semua penyelesaian masalah dengan satu imajinasi, “Coba ada Superman!”

sumber :http://www.eramuslim.com

Pakar AS meneliti pria yang melihat wanita berbusana seronok. Hasilnya, wanita terbayang bukan manusia

Masih perlukah aturan khusus berpakaian atau menutup aurat bagi pria dan wanita di zaman semodern dan sebebas seperti sekarang ini? Tampaknya temuan ilmiah terbaru memberikan masukan penting guna menjawab pertanyaan tersebut. Temuan ilmiah terkini menghasilkan penjelasan mengejutkan seputar wanita berpakaian hampir telanjang yang dilihat oleh kaum pria. Dalam otak lelaki yang memandangnya, gambaran kaum hawa berbikini, yang mengenakan baju mandi nyaris telanjang, dikenali bukan lagi sebagai manusia. Tapi mereka dianggap sebagai barang atau benda untuk dipergunakan. Demikian hasil kajian ilmiah terkini tentang perilaku kaum pria. Penelitian ini didasarkan pada pengamatan citra atau gambaran otak dengan menggunakan teknik “MRI brain scan”, yakni pemindaian otak melalui pencitraan resonansi magnetis. Ketika otak kaum lelaki yang sedang memandang gambar-gambar wanita nyaris tak berbusana dipindai, maka bagian otak tertentu ditemukan menyala terang. Bagian otak ini berhubungan dengan kegiatan menggunakan alat atau perkakas, misalnya obeng. Wanita tidak berotak "Saya tidak berkata bahwa mereka secara harafiah berpikir, foto-foto wanita ini adalah foto-foto perkakas dalam arti sesungguhnya, atau foto-foto bukan-manusia, tapi apa yang dimungkinkan oleh data pencitraan otak ini adalah, kita melihatnya sebagai kiasan ilmiah. Yakni, mereka memberikan tanggapan terhadap foto-foto ini, sebagaimana orang memberikan tanggapan terhadap barang," papar Fiske, yang menyabet gelar PhD dari Harvard University di tahun 1978. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan redaksi hidayatullah.com, temuan ini juga mengungkap bahwa kaum pria lebih cenderung mengaitkan gambar-gambar perangsang birahi itu dengan kata-kata kerja orang pertama, seperti “Saya dorong, saya dekap, saya pegang.” Yang mengejutkan, sebagian lelaki yang diteliti tampak tidak menampakkan aktivitas pada bagian otak,yang biasanya memperlihatkan tanggapan ketika seseorang memikirkan maksud orang lain yang dilihatnya. Apa arti temuan ini? Ini maknanya bahwa para lelaki tersebut memandang wanita itu sebagai sesuatu yang membangkitkan nafsu birahi, tapi mereka tidak mempedulikan apa yang ada dalam pikiran wanita itu. Hal ini sungguh aneh karena hampir tak pernah terjadi. Demikian dituturkan Susan Fiske, profesor psikologi di Princeton University, AS. Laporan ini disampaikan di Chicago baru-baru ini dalam rangka pertemuan tahunan lembaga ilmiah bergengsi AS, American Association for the Advancement of Science. Fiske dan rekan-rekannya melibatkan 21 pria bukan homoseksual dalam penelitiannya. Setelah diberi sejumlah pertanyaan tertentu untuk dijawab, mereka lantas dipertontonkan gambar-gambar pria dan wanita, baik yang berpakaian minim maupun berbusana penuh. Hasilnya, sebagian besar mereka memiliki daya ingat paling kuat terhadap foto-foto wanita yang berbikini, alias nyaris tanpa busana, meski wanita dalam foto-foto itu tanpa kepala, dan mereka melihatnya hanya selama seperlima detik. "...daya ingat ini terkait dengan pengaktifan pada bagian otak pra-motor, yang memiliki kehendak bertindak terhadap sesuatu. Jadi seolah mereka dengan seketika berpikir bagaimana mereka bisa memperlakukan tubuh-tubuh ini,” ujar Fiske. Bukan manusia Secara khusus lagi, terdapat temuan menarik pada kaum pria yang memiliki kecenderungan tinggi berpraduga tertentu terhadap kaum hawa - yakni bahwa wanita menguasai dan menjarah wilayah kaum pria. Pada otak jenis pria yang berpandangan seperti ini, tidak didapati bukti aktivitas otak yang memperlihatkan bahwa mereka melihat wanita nyaris telanjang sebagai manusia yang memiliki pikiran dan kehendak. "Mereka bereaksi terhadap wanita-wanita ini seolah mereka (wanita itu) bukan sepenuhnya manusia," tutur Fiske. Hasil kajian ini masih dalam tahap awal. Fiske berniat meneruskan penelitiannya itu dengan melibatkan jumlah orang yang lebih besar. Meskipun begitu Fiske menyimpulkan, "...temuan-temuan ini semuanya cocok dengan pendapat bahwa mereka menanggapi foto-foto ini seperti mereka memberikan tanggapan terhadap barang (benda) dan bukan terhadap manusia yang memiliki kehendak (kuasa) mandiri." [ah/ng/sciam/guardian/www.hidayatullah.com] Sumber: 1). Christine Dell'Amore (2009) “Bikinis Make Men See Women as Objects, Scans Confirm”, National Geographic News, 16 Feb. 2009. (http://news.nationalgeographic.com/news/2009/02/090216-bikinis-women-men-objects.html , dikunjungi pada 25 April 2009) 2). Christie Nicholson (2009) “Women as Sex Objects” , Scientific American, 17 Feb. 2009. (http://www.sciam.com/podcast/episode.cfm?id=84F4BA3B-A506-BB88-CE97C91970A5C9A8 , dikunjungi pada 25 April 2009) 3). Ian Sample (2009) “Sex objects: Pictures shift men's view of women”, The Guardian, 16 Feb. 2009. (http://www.guardian.co.uk/science/2009/feb/16/sex-object-photograph , dikunjungi pada 25 April 2009) 4). Susan Fiske, Department of Psychology, Princeton University. (http://weblamp.princeton.edu/~psych/psychology/research/fiske/index.php , dikunjungi pada 25 April 2009).

Sabtu, 25 April 2009

BROSUR eL_BAQ

MENYAMBUT HARI PENDIDIKAN NASIONAL

KAMI TURUT MENCERDASKAN UMMAT

DENGAN LOUNCING PROGRAM BARU

Ø Program Muhadatsah Sistem 20x pertemuan

( Hanya dengan 20 x pertemuan mampu berbahasa Arab aktif)

Ø Program Cepat Baca Kitab (Qiroatil Qutb) Sistem 20x pertemuan

( Hanya dengan syarat bisa baca Quran; dalam 20 x pertemuan mampu membaca dan terjemah kitab bahasa Arab/kitab gundul)

Ø Program Tahsin

Ø Program Kaligrafi dasar

Ø Program Kaligrafi Lanjutan

Ø Program Kaligrafi Khusus

A..PERSYARATAN

* Program Muhadatsah dan Qiroatil Qutb:

1. Mampu membaca Al – Quran

2. Membayar biaya pendidikan masing – masing Program Rp.250.000,- (Dalam masa promo selama satu bulan).Biaya diatas belum termasuk Modul.

* Program Kaligrafi Dasar

1. Mampu menulis ( untuk siswa TK /SD )

2. Membayar biaya pendidikan Rp.250.000 (dalam masa promo selama satu bulan).Biaya diatas sudah termasuk Paket Kaligrafi Dasar lengkap dan Modul.

3. Program Kaligrafi lanjutan dan Khusus

B.. WAKTU BELAJAR (PILIHAN)

* Program Muhadatsah dan Qiroatil Qutb

- Ahad : Pagi (08.00 – 12.00), Siang ( 14.00 – 18.00 ), Malam (20.00 – 22.00)

- Selasa : Pagi (08.00 – 12.00), Siang ( 14.00 – 18.00), Malam ( 20.00 – 22.00 )

* Program Khat ( kaligrafi)

- Ahad : Pagi (08.00 – 12.00), Siang ( 14.00 – 18.00 ), Malam (20.00 – 22.00)

- Selasa : Pagi ( 08.00 – 12.00 ), Siang ( 14.00 – 18.00), Malam ( 20.00 – 22.00)

C. AKHIR PENDAFTARAN

Akhir pendaftaran Kelas Promo Hari Ahad, 31 Mei 2009 (sebelum pukul 18.00 WITA)

D..KAMPUS eL_BAQ

Kompleks Toko Enggal jaya Lt: II

Jl.Jendral Sudirman (Jalur Dua) – Tanah Grogot – Kab.Paser.

Tlp: 0543 21925 / 081253491974

http://elbaq.blogspot.com

FORMULIR PENDAFTARAN

LEMBAGA STUDI BAHASA ARAB, AL - QURAN DAN KALIGRAFI Kampus : Kompleks Toko Enggal Jaya Lt: II Jl.Jendral Sudirman - Tanah Grogot – Kab. Paser Tlp: 0543 21925 / 0812 53491974

FORMULIR PENDAFTARAN)***

1. NAMA : ………………………………….

2. JENIS KELAMIN :…………………………………..

3. TEMPAT/TGL LAHIR :…………………………………..

4. ALAMAT :………………………………TLP:………….….

5. PROGRAM YANG DIIKUTI )*

o Program Muhadatsah Sistem 20 Jam

o Program Cepat Baca Kitab (Qiroatil Qutb) Sistem 20 Jam

o Program Tahsin

o Program Kaligrafi dasar

)* Tandai i yang di pilih

)**daftar ulang dan pengumuman jadwal studydi mulai tgl 270 April 2009

Di kampus eL_BAQ Tanah grogot,

)*** Bisa di coppy paste

Pendaftar

……………………

Jumat, 17 April 2009

Guru Hebat

Keberhasilan dari sebuah proses pendidikan tak terlepas dari guru dengan fungsinya.Guru bisa menjadi penentu ketertarikan murid – murid terhadap sebuah subyek atau mata pelajaran.Bisa jadi sebuah mata pelajaran yang sulit bisa jadi menyenangkan karena kepandaian dan kepiawaian guru dalam menyampaikannya.Sebaliknya, sebuah mata pelajaran yang sebenarnya menarik dan mudah bagi anak – anak menjadi tidak menarik yang ada anak akan mengantuk karena guru tidak tepat dalam memenej kelas atau strategi pembelajarannya .Sebagai pendidik tentu kita tidak menginginkan hal demikian terjadi bukan.Kita ingin murid – murid yang kita didik senang dan paham dengan mata pelajaran. Menurut OFSETED dalam laporannya “primary matters” Mengiktisarkan factor – factor umum pendidik atau guru yang berhubungan dengan hasik belajar yang positif antara lain: 1. Pengetahuan yang baik mengenai subyek yang diajarkan 2. Ketrampilan bertanya yang baik 3. Ada penekanan dalam pengajaran 4. Strategi pengelompokan yang seimbang 5. Tujuan pembelajaran yang jelas 6. Menegemen waktu yang baik 7. perencanaan yang efektif 8. Organisasi kelas yang baik 9. Penggunaan orang dewasa lain yang efektif di kelas Dalam buku “EFFECTIVE TEACHING “karya Daniel Muijs &David Reynolds Ciri – ciri karakter guru efektif adalah: 1. Guru bertanggung jawab memerintahkan berbagai kegiatan selama sekolah,yakni mengajar yang terstruktur 2. Murid yang diberi pelajaran memiliki tanggung jawab atas tugasnyadan bersikap mandiri selama sesi – sesi tugas tersebut. 3. Guru hanya mengampu satu bidang kurikulum saja. 4. Interaksi yang tinggi dengan seluruh kelas misalnya dengan diskusi kelas atau Tanya jawab. 5. Guru memberikan banyak tugas yang menantang secara intelektual. 6. Keterlibatan murid yang tinggi di berbagai tugas. 7. Atmosfir yang positif di kelas 8. Guru memberikan penghargaan dan dorongan yang besar terhadap anak didiknya.Ucapkan dengan jujur dan tulus disertai dengan ekspresi tubuh dan muka yang sesuai.Besuatu yang dilahirkan dari hati akan diterima dengan hati. Hendaknya guru menciptakan suasana belajar yang interaktif.Interaksi antara guru dengan murid sangatlah penting dan memiliki dampak positif.Seringnya guru menggunakan pertanyaan, pemberian pertanyaan – pertanyaan terbuka yang meminta murid untuk menjelaskan jawabannya,dan pertanyaan – pertanyaan akademisberhubungan secara signifikan dengan prestasi murid.

Titip Rindu Buat Pemimpin yang Adil

Seperti dongeng yang melegenda, kisah kekuasaan para pemimpin punya lembaran sejarah yang abadi.Baik atau buruknya.Mulia atau hinanya.Betapa di setiap masa selalu ada pemimpin pahlawan Tetapi disaat yang sama ada pecundangnya.Disetiap masyarakat selalu ada pemimpin yang adil.Tapi hampir pada waktu yang bersamaan ada juga pemimpin culasnya.Seakan sebuah keniscayaan.Ada orang – orang baik disana tapi juga ada orang – orang buruk di sisi yang lain.

Kerinduan kepada pemimpin yang adil,memang laksana mimpi yang tak berujung.Berputar dalam serial panjang di alam khayalDunia memang belum kiamat.Masih tersisa orang – orang baik di sebagian belahan bumi.Tetapi hidup di penghujung zaman ini menjadi orang baik saja tidak cukup.Diperlukan orang baik,tapi juga kuat.Sebab diperlukan kekuatan,agar kebaikan bisa mengalir bersama denyut masyarakat.

Ada banyak kreteria pemimpin yang kita rindukan. Meski kata “adil” hampir mewakili semuanya.Mungkin saja diantara orang – orang yang “berani” menjadi pemimpin itu,mau melirik dan meneladani.Meski bila ia melakukannya, tak lebih merupakan sebentuk penunaian kewajiban.

1.Kita rindu pada pemimpin yang berorientasi akhirat.

Sangat normatif memang, tapi disanalah kita menambatkan akhir dan puncak kerinduan ini.Pemimpin yang cabul akan mendidik rakyatnya dengan hal – hal yang cabul.Sebaliknya,pemimpin yang baik,sopan akan mengajari rakyatnya dengan etika sopan santunyang patut dan diajarkan Islam.Begitu seterusnya

2.Kita rindupemimpin, yang menyayangi sepenuh hatinya

Rasulullah bersabda:”Sebaik – baik pemimpin kalian adalah yang mencintai kalian, dan kalianpun mencintai mereka.Yang kalian mendoakan mereka,dan mereka pun mendoakan kalian.Dan seburuk – buruk pemimpin adalah yang kalian benci dan merekapun membenci kalian.Yang melaknat kalian dan kalianpun melaknat mereka.”

Disetiap kepemimpinan,harus ada kasih sayang yang bersih.Bertumpu kepada kedewasaan dan rasa tanggung jawab.Bukan hawa nafsu dan keinginan sesaat.

3.Kita rindu pada pemimpin yang berani menunaikan hak orang yang di pimpinnya.

Ruang lingkup kepemimpinan,dalam bentuk yang besar atau kecil,punya tanggung jawab besar untuk menunaikan hak- hak orang – orang yang dipimpin.

Ya sebenarnya ada banyak kerinduan kita pada pemimpin.Pemimpin yang tidak rakus,yang tidak memakan harta rakyat dengan cara yang tidak syah.Pemimpin yang cerdasdan pandai menghadapi berbagai masyalah.Kita rindu pada begitu banyak tipe pemimpin yang baik bukan sekedar tiga contoh diatas karena pada merekalah ada “nasib” kita.Dalam kerangka takdir Allah tentu.

Tetapi, pemimpin yang kita rindukan bukan secuil mimpi untuk sang calon legislatif atau presiden.Bukan.Nampaknya terlalu sempit menggantungkan nasib ini pada mereka.Kerinduan ini adalah kerinduan kita pada diri kita sendiri.Karena sejatinya setiap kita adalah pemimpin itu sendiri.

Biarlah kerinduan ini menjadi nyanyian dan suara hati diantara kita.Untuk kita tebus,dalam ruang dan waktu yang berbeda,dimanapun kita berada. Disini atau disana,jadilah orang yang mengejar kerinduan itu,sekaligus membayarnya.

Wallahu’alam Bishowab…..:)

Kasihanilah Para Pecinta

Kisah cinta yang berbinar….

Binar cinta yang bersemi di mushola kampus, bangku kuliah, Forum diskusi, dan yayasan tempat mereka bergulat dengan aplikasi kehidupan sosial.Di tengah aktifitas itulah cinta mereka bersemi.Bersemi dengan suci dan indah.

Tapi cinta gadis jawa dan pemuda keturunan cina itu kandas.Kasih mereka tak sampai ke pelaminan.Restu orang tua si gadis tak berkenan meneruskan riwayat asmara putih mereka.Tragis.sungguh sangat tragis.Karena dihati siapapun cinta yang suci dan tulus seperti itu singgah,kita seharusnya mengasihi pemilik hati itu.Sebab itu adalah perasaan yang luhur.sebab perasaan yang luhur begitu adalah gejolak kemanusiaan yang direstui di sisi Allah.Sebab karena direstui itulah Rasulullah lantas bersabda,”Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan.”

Islam memang begitu.Sebab ia adalah agama kemanusiaan, agama fitrah.Sebab itu pula nilai – nilainya selalu ramah dan apresiatif terhadap gejolak jiwa manusia.Dan sebab cinta adalah perasaan manusia yang paling luhur,maka mengertilah kita mengapa ia mendapat ruang yang sangat luas dalam tata nilai Islam.

Itu karena Islam memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan orang – orang yang sedang jatuh cinta.Tak ada tidur.Tak ada lelah.Tak ada takut. Tak ada jarak.Tak ada aral.Yang ada hanya hasrat,hanya tekad, hanya rindu,hanya puisi,hanya keindahan.Puisi adalah busur yang mengirimkan panah – panah asmara ke jantung hati sang kekasih.Rembulan dan seluruh alam adalah utusan hati pembawa pesan kerinduan yang tak pernah lelah melawan waktu.

Dua jiwa yang sudah terpaut cinta akan tampak menyatu bagai api dengan panasnya,salju dengan dinginnya,laut dengan pantainyarembulan dengan cahayanya.Mungkin terlalu berlenbihan,atau mungkin memang begitu adanya.Siapapun yang melantunkan bait ini agaknya memang mewakili perasaan banyak arjuna yang sedang jatuh cinta: “separuh nafasku…terbang bersama dirimu…”

Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya sepasang jiwa yang dipautkan cinta lantas di pisah oleh tradisi atau apa saja?Tragedi Zaenuddin dan Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, atau Qais dan Laila dalam Majnunu Laila, terlalu miris bukan? Sakit, Terlalu sakit. Karena dialam jiwa seharusnya itu tak ada.Tragedi cinta selamanya merupakan tragedi kemanusiaan.sebab memisahkan suami istri yang saling mencintai adalah misi terbesar syetan.Dan sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mencintai adalah tradisi kenabian.Suati saat,Khalifah al Mahdi singgah beristirahat dalam perjalanan haji ke makkah.Tiba – tiba seorang pemuda berteriak lantang ,”Aku sedang jatuh cintaa….!!!”Maka Al Mahdi pun memanggilnya,”Apa masalahmu..?”Aku mencintai putrid pamanku dan ingin menikahinya.Tapi ia menolak karena ibuku bukan arab.Sebab itu adalah aib dalam tradisi kami.”Al Mahdi pun memanggil paman pemuda itu dan berkata padanya,”Kamu lihat putra – putrid Bani Abbasiyah? Ibu – ibu mereka juga banyak yang bukan arab.lantas apa salah mereka?Sekarang nikahkanlah pemuda ini dengan putrimu dan terimalah 20 ribu dirham ini;10 ribu untuk aib dan 10 ribu untuk mahar.”

Rabu, 15 April 2009

Tiga renungan Saat Dicela

Banyak orang yang hancur karena takut celaan manusia dan suka akan sanjungan.Ini adalah termasuk hal – hal yang perlu diobati.Namun jika ada orang yang berbuat lancing kepadamu,karena apa yang ia katakana ( celakan ) tidak ada padamu maka engkau perlu merenungkan tiga hal berikut:

Pertama,jika engkau tidak merasa memiliki aib seperti apa yang dikatakannya,boleg jadi engkau memiliki aib serupa.Bersyukurlah pada Allah karena banyak aibmu yang ditutupi allah dan tidak ada orang yang mengetahuinya serta membukanya kepadamu.

Kedua,tindakannya itu merupakan penebus bagi dosa – dosa mu

Ketiga,jika dia masih tetap mencelamu,maka berdoalah agar dosanya diampuni Allah SWT,sebagaimana diriwayatkan bahwa ada seseorang yang mencaci maki Ibrahim bin adham.tapi,justru beliau memohonkan ampun bagi orang tersebut.

(Ibnu Qudamah dalam kitab Minhajul Qashidin)

Kamis, 09 April 2009

Sejenak Bersama Pendeta dan Putranya

Nun jauh di ujung dunia…... Di benua Afrika……

Seorang pendeta dari salah satu lembaga misionaris yang selalu berkeliling dari kampung ke kampung dan dari kota ke kota yang lain.Dia berbaur dengan orang – orang Islam, mendekati dan menarik simpati mereka. Ia mempunyai seorang anak laki – laki yang berumur hamper lima belas tahun.Pada suatu hari si anak bertanya kepada san ayah,” Ayah apakah orang – orang hitam mempunyai Tuhan sendiri,dan orang putih punya Tuhan sendiri ?”

Sang Ayah balik bertanya,”Mengapa engkau menanyakan hal itu?”

Pemuda itu menjawab,”Saya ingin mendapat keyakinan. Sebenarnya Tuhan itu satu atau dua?!”

Suatu hari pemuda tersebut berjalan – jalan dan menjumpai suatu masjid,ketika kaum muslimin tengah menunaikan shalat, mereka ruku’ dan sujud.Dia terpana ketika melihat shalat,mereka ruku’ dan sujud.Dia terpana ketika melihat banyak orang kulit putih di tengah tengah mereka. Mereka bergaul dengan akrab dan penuh cinta kasih.Ia pun masuk kedalam masjid, duduk bersama, berkenalan,bahkan menyatu dengan mereka.Ia selalu menemui mereka sepanjang situasi dan kondisinya memungkinkan.

Suatu ketika, Ayahnya mengetahuai hal tersebut. Maka anaknya berkata,”Sekarang saya yakinbahwa Dzat yang menyatukan orang kulit putih dan kulit hitam adalah Tuhan Yang Satu dan yang membimbing manusia kepada Allah Yang Maha Esa itu adalah Muhammad Rasulullah.”

Maka tahulah pendeta itu bahwa anaknya telah masuk iIslam.

Demikianlah, sekiranya manusia diberi kebebasan berfikir, tentu mereka akan kembali kepada kendali fitrah-nya dan menjadi orang Islam.

Biarkan aku hidup…….

Bersama suara hati………..

Dan inti jiwaku sendiri……

Diantara Sarana Tarbiyah

Kisah…..

Imam As – syahid Hasan Al – Banna mengatakan, “Ketika Ikhwah menanam biji – bijian diatas tanah, pasti mereka menutupinya dengan tanah,sehingga biji itu dapat tumbuh dan bertambah besar. Tak beberapa lama ,maka batangnya mulai muncul ke permukaan tanah.Ini adalah Sunatullah dalam penciptaan – Nya.demikian pula bila kita menanam biji diatas tanah dan kita membiarkannya tanpa menutupinya, maka bisa jadi biji itu akan disambar burung atau ditiup angina, sehingga kita akan rugi.

Ada sebagian orang yang terburu – buru dalam memetik buah dan menuai hasil.Padahal sesungguhnya itu tidak dapat dilakukan dalam tempo sehari semalam.Bahkan memerlukan waktu berbulan – bulan.Misalnya saja, menanam kapas , memerlukan waktu sampai sekitar enam bulan.Sedang waktu antara menanam kemudian berkembang sampai memanen adalah waktu – waktu yang luang (tak ada aktifitas, hanya menunggu saja).

Oleh karena itu seorang da’I harus menggunakan waktu luan ini. Ibarat seorang petani yang menanam tanaman ringan seperti sayur - sayuran, buah lobak, tomat, dan yang sejenisnya di sekeliling tanaman kapas (istilahnya tumpang sari). Sehinga, ia akan memperoleh hasil sembari menunggu panen kapas.”

Rabu, 08 April 2009

Syariat Islam Mengenai Cinta & Menikah Tanpa Cinta

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21) Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit. Cinta Adalah Fitrah Yang Suci Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik. Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram. Menikah Tanpa Cinta Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur'an dan Al Hadist Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya" (QS. Al Baqarah: 232) "Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud) Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka. Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadist: "Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya" (HR. Imam Ahmad) Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika rumah tangga nantinya.

PRIA DAN WANITA SEJATI

Pria Sejati

Pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya. Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran. Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa. Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah. Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan. Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu. Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya. Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan. Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

Wanita Sejati

Seorang wanita sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Wanita sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya. Wanita sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu. Wanita sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Wanita sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara. Wanita sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya. Wanita sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda. Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur. Wanita sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

DENGAN APA LAGI KITA MENJAGA ANAK KITA

Saudaraku ….hidup semakin susah ,itu faktanya ,selalu ada kemudahan setelah kesusahan itu keyakinannya, tapi mengubah fakta-fakta dengan keyakinan memerlukan kata sambung agar keduanya menjadi sepasang jalan hidup yang utuh yang bisa kita lalui dengan baik . bagi jutaan rakyat di negeri ini ,membuat daftar kesulitan dan kesusahan itu sendiri ,mungkin sudah susah ,karena terlalu banyaknya ,di sector apa saja ,selalu ada keprihatinan demi keprihatinan ,ini bukan tindakan memupuk mental kalah ,tapi memang kesusahan demi kesusahan terus mendera kehidupan bangsa ini .Salah satunya permasalahan itu adalah permasalahan anak-anak kita,generasi kita saat ini .Allah berfirman :

Dan ketahuilah ,bahwa hartamu dan anak-anak mu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah lah pahala yang besar (8:28 )

Anak adalah masa depan,tidak jarang sebagian orang tua mengatakan bahwa anak adalah asset kehidupan ,menyaksikan anak tumbuh sehat jiwa dan fisiknya tentu menjadi harapan dan dambaan semua orang tua .

Membesarkan anak dengan pendidikan yang benar dan tepat,tentu akan membentuk calon-calon manusia besar yang bermanfaat bagi manusia lainnya dan peradaban masa depan ,tentu kita punya harapan keberhasilan anak-anak kita adalah kebanggaan kita sebaliknya kegagalan anaka-anak kita tentu membuat kita ikut menanggung aib dan kegagalannya ,bahkan tidak sampai di dunia saja,diakhirat kelak pun kita akan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah ,apakah kita berhasil atau gagal dalam menjaga dan mendidik anank kita

Al qur’an sendiri menjelaskan potret yang beraneka ragam ketika mengambarkan keberadaan anak-anak.ada kerumitan disana ,maksudnya bahwa mencetak anak menjadi apa bukanlah perkara sederhana,seperti dijelaskan oleh Al qur’an anak –anak yang sholih adalah kebanggaan ,sekaligus asset dan generasi yang dijanjikan Allah akan dipertemukan dengan orang tua mereka .Saudaraku ….adakah reuni yang lebih indah dari reuni keluarga disurga ? saat orang tua melihat anak-anak mereka di hadirkan oleh Allah lantaran mengikuti jalan keimanan orang tua mereka ? sebagaimana dalam surah At Thuur 21-28 )

Itulah cita-cita harapan kita semua ,namun kenyataan di zaman ini hadirin miris rasa hati kita tatkala membaca koran ,majalah dan menyaksikan media elektronik,tega atau tidak ,tapi keresahan yang menggemparkan di banyak kasusnya ,telah mengubah kejahatan anak-anak kita menjadi cerita nyata yang sambung menyambung ,tragedy tentang anak-anak yang tiba-tiba menjadi para penjahat mengerikan ,siapapun akan sangat susah menemukan celah untuk sekedar memberi belas kasihan kepada para penjahat belia itu ,sebab dunia anak-anak hari ini ternyata sangat mengerikan .

Si ali sebut saja namanya anak Pesaman Sumatera Barat lulus SD bersama 3 temanya telah mengeksekusi Ratna dewi gadis tetangga -15 tahun ,diperkosa diinjak kemudian dimasukan sumur tua. Di Bengkulu anak perempuan lulus SMP ,mampu menikam tetanggannya karena cekcok mulut .di Jakarta timur yang baru ini seorang anak membakar ayahnya hidup-hidup hanya karena tidak di kasih uang saku . itulah hadirin gambaran generasi kita saat ini .

Apa yang dulu sepertinya tidak mungkin terjadi ,kini menganga di depan mata ,kanak-kanak berubah menjadi pelaku kejahatan yang mengundang kutukan dan makian ,lembaga advokasi dan pemberdayaan pekerja dan anak ,mencatat kejahatan yang dilakukan anak-anak mencakup berbagai tindakan mengejutkan diantara nya pemerkosaan yang di lakukan anak yang baru berusia 11 tahun,tayangan-tayangan mistik ,mesum dan horor yang amat mudah di akses dan dampaknya kerap kali di pandang sebelah mata ,sudah melahirkan petaka ,

sepertinya kita tidak lagi mengenali anak-anak sebagai anak-anak,mereka tumbuh dalam arus generasi instant yang menafikan proses dan detil ,generasi pemimpi ,generasi takhayul ,generasi penuh syahwat,generasi penghibah,generasi kekerasan,ini tragedy yang tak terbayangkan.

Terus bagaimana kita menjaga kemurnian mereka ? anak-anak kini menghadapi tantangan di dunia yang nyaris hancur ,dalam situasi seperti ini ,apa yang paling di perlukan agar mampu menjaga keimanan di jiwa dan mata mereka ?jawabanya kita pasti sepakat ,bahwa tidak ada yang dapat menggantikan peran pentingnya keluarga sholih dalam kehidupan seorang anak ,terlebih lagi kita juga tidak bisa berharap terlalu banyak dengan solusi terkait kebijakan hukum maupun lingkungan untuk melindungi anak-anak kita dari penyimpangan .

Saudaraku....untuk menjaga kemurnian fitrah anak kita ada beberapa hal yang perlu kita lakukan :

Pertama : Lekatkan Allah dalam kehidupan mereka .

Tidak ada yang lebih penting untuk dilakukan sepasang orang tua terhadap anaknya selain mengenalkan dan mendekatkannya dengan Allah SWT.yang hendaknya telah dilakukan sejak ia masih kecil ,bahkan jauh sebelum lahir .sebab ,dengan hal itu kita telah memberinya kunci utama keselamatan dalam kehidupannya,di dunia dan di akhirat .karena itu kita ,misalnya ,hadist tentang mengadzankan bayi yang baru lahir meskipun dianggap lemah (dhoif),namun banyak ulama tetap menganjurkannya ,agar suara yang pertama kali merasuki telinga bayi tersebut adalah lafazdh tentang kebesaran Allah.dan kalaupun alat dengar itu ternyata belum berfungsi,minimal ia adalah sebentuk usaha agar si bayi mendapatkan keselamatan dan perlindungan Allah dari hal-hal yang buruk dan jahat ,sejak dini .

Mengenalkan anak-anak dengan Robb mereka ,tentu tidak sebatas mereka mampu menyebut namaNya,akan tetapi,juga mengenalkan mereka akan dasar-dasar ajaran agama Nya tentang akhlak dan etika yang baik,serta perbuatan-perbuatan yang terpuji dan yang dilarang oleh Nya .

Kedua : Keharmonisan Keluarga .

Biasanya anak yang bermasalah,tidak berdisiplin,nakal ,menyimpang ,dan sikap negatif yang lainnya mempunyai latar belakang keluarga yang juga tidak aman,tidak bahagia dan mempunyai masalah di dalam rumah tangga.baik permasalahan itu dalam bentuk ketidakharmonisan keluarga secara keseluruhan,utamanya hubungan bapak dan ibu .atau bisa juga keharmonisan itu muncul karena situasi dan pola pendidikan keluarga yang tidak mendukung harmonisasi .karena itu ,masalah paling mendasar yang perlu diwujudkan adalah rumah tangga bahagia,harmonis dan mempunyai hubungan yang kuat didalam keluarga .

Dalam konteks ini ,ternyata untuk mengatasi situasi zaman seperti sekarang,anak-anak tak hanya memerlukan ayah dan ibu yang rajin beribadah,namun mereka memerlukan orang tua untuk bisa mewujudkan rasa melindungi,mengajar ,dan menmgasihi mereka.dan itulah warna yang ada dalam sebuah keluarga harmonis.terlebih saat kebejatan moral yang makin serius,kita harus makin berusaha mewujudkan keluarga harmonis.ada banyak situasi keluarga yang bisa merusak anak.misalnya saja ,pengharapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah terhadap anak,pemanjan yang berlebihan,jadwal yang berlebihan,dan sifat egosentris.terlalu keras atau terlalu memanjakan anak mengurangi kemampuan anak untuk mengenali,mempercayai dirinya sendiri .

Ketiga : Beri Teladan Kesholihan

Warna hidup seorang manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya (ibnu biatihi ) jika lingkungannya baik ,maka akan terpancar dari dirinya ,sifat ,prilaku ,etika , dan moral yang kemilau .Namun jika rusak ,sedang ia tidak punya filter dalam dirinya ,ia tidaklah lebih dari sekumpulan anggota tubuh yang siap menularkan “penyakit “ bagi lingkungannya .Imam Al Ghozali menegaskan ,”Pangkal pendidikan pada anak-anak adalah menjauhkan mereka dari teman-teman yang jahat .”

Salah satu contoh ,seorang bocah di Iran ,sayyid Husein Thabthabai ,sudah mampu hafal Al qur’an dan menguasai tafsirnya sejak usia 5 tahun .satu prestasi yang tentu saja luar biasa .Namun kalu kita melihat latar belakang keluarganya ,prestasi itu tentu menjadi hal yang wajar .karena ayah dan ibu sayyid Husein ternyata adalah dua orang yang juga hafal Al qur’an .

Ayah Husein,ketika diminta menceritakan bagaimana ia mendidik anaknya ,dengan merendah ia berkata “sebenarnya saya sebagai seorang ayah tidak pantas berpesan sebagaimana yang anda inginkan ,tetapi disini saya atas nama seorang pengjar Al qur’an akan berpesan kepada para bapak dan ibu bagaimana saya mengajarkan Al qur’an kepadanya .langkah awalnya adalah para bapak dan ibu sendiri yang harus memeliki perhatian khusus terhadap Al qur’an terlebih dahulu .dirumah harus sering membaca Al qur’an ,sebab kalau tidak jangan harap anak-anak ,menjadi seorang penghfal Al qur’an ,menjadi qori’ yang mampu memahami Al qur’an .

Jika kita menoleh kebelakang ,jauh pada kehidupan salafussholih ,diusia dini mereka rata-rata hafal Al qur’an karena contoh dan pengaruh dari orang tua mereka ,semua fakta itu menjadi penguat ,bahwa lingkungan keluarga nyang memberikan pengaruh yang positif pula pada perkembangan anak-anak kita .

Keempat ,Kenali dan Kuasai Problematika Zaman

Kenali perkembangan problematika zaman yang mengelilingi mereka .berapa banyak orang tua yang tidak mengenal dunia pergaulan anak-anaknya,berapa banyak pula para orang tua yang begitu mempercayai anaknya dengan mendidik dan mengajarinya dirumah ,tetapi tidak disadari bentuk-bentuk penyimpangan apa yang mengancam anak-anaknya di luar rumah .kejahatan cyber di dunia maya adalah salah satu contoh yang seharusnya disadari oleh siapapun kita,terlebih orang tua.kasus kejahatan perkosaan massal yang dilakukan anak-anak usia SMP di Way Kanan ,Lampung ,nyatanya dipicu oleh kebiasaan mereka mengkonsumsi pornografi lewat dunia maya,atau internet.hampir dipastikan ,para orang tua sedikit saja yang mengerti apa itu internet sebagai produk informasi modern,lalu bisa memahami kadar bahayanya terhadap anak-anak .

Kelima,Beri Apresiasi (berikan hadiah )

Karakter umum yang dimiliki anak-anak adalah senang di puji ,mereka akan bangga ketika mencapai sebuah prestasi ,lalu ada apresiasi dari orang tua atas apa yang di raihnya.bukan hanya bangga ,tetapi mereka akan bersemangat dan berpikir untuk terus melakukan yang lebih baik .

Hal yang sering salah kita lakukan adalah ,melupakan prestasi-prestasi ibadah dan amal yang dapat mereka lakukan ,sementara prestasi –prestasi mereka di luar itu begitu kita hargai ,kita tidak pernah memberi hadiah karena mereka rajin datang ke masjid mengikuti sholat berjamaah,atau pandai dalam membaca Al Qur’an,atau indah dalam melantunkan adzan,atau mampu menjalankan ibadah puasa,seperti kita mengapresiasikan mereka karena pandai berhitung ,naik kelas ,juara lomba menyanyi dan sebagainya .prestasi yang bersifat duniawi terkadang lebih kita hormati daripada prestasi akhirat mereka ,yang akhirnya akan mengecilkan hal tersebut di mata mereka ,sehingga seringkali kehilangan motivasi untuk melakukannya .

Selain beberapa hal ini ,masih banyak sesungguhnya yang bisa kita lakukan untuk menjaga dan memelihara anak-anak kita .wallahu ‘alam bishowab .

AWALI HIDUP KITA TANPA BURUK SANGKA

Fenomena tuduh menuduh mulai menggejala akhir-akhir ini ,karena suatu hal ,bisa berupa pernyataan atau peristiwa spesifik,seseorang atau kelompok orang dengan mudahnya melontarkan tuduhan pada orang atau pihak lain.dan dengan enteng pula pihak yang dituduh balik menuduh.jadilah tuduh menuduh menjadi sebuah perilaku biasa dan dibiasakan.padahal,tuduh menuduh bukan perkara sepele.

Suatu tuduhan negatif bisa memicu berbagai tindakan zalim berupa permusuhan,pertengkaran,penyiksaan hingga pembunuhan.minimal,menyebarnya sebuah isu negatif tentang perilaku seseorang dapat menjatuhkan dan menodai nama baiknya dimata masyarakat ,dalam skup mikro bathiniyah , tuduh menuduh adalah ungkapan hati tentang ketidakberesan yang dilakukan seseorang yang biasa disebut dengan suudzan atau buruk sangka .Said Hawwa dalam Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus menyebut suudzan sebagai salah satu bentuk kriminal hati (jarimatul qalb )

Dari sikap itulah biasanya sebuah tuduhan berawal .sikap berburuk sangka terhadap seseorang yang kemudian diekspresikan secara lisan dan disebarluaskan kepada khalayak itu disebut qadzaf .menyebarnya isu tersebut selanjutnya melahirkan syak wasangka atau dugaan-dugaan negatif yang membentuk persepsi miring terhadap seseorang.dalam proses selanjutnya,hembusan isu atau kabar burung bisa kian menggelembung karena mendapat bumbu informasi tambahan yang disampaikan dari mulut kemulut,akhirnya ,meletuplah fitnah .

Buruk sangka telah menjadi hantu berkeliaran disekitar kita , kadang ia menjadi angin semilir yang menghembus bersama bisikan syetan.mendorong orang-orang yang bermental busuk untuk bertindak onar dan berlaku semena-mena .buruk sangka telah meluluhlantahkan harapan banyak orang,ia bisa membalikkan banyak hal dengan cepat,orang baik bisa dihajar karena dituduh maling,orang kehilangan dompet justru bisa dituduh pencopet,banyak orang yang sudah jatuh masih ditimpa tangga.

Itu sebabnya ,bahaya yang ditimbulkan oleh sebuah fitnah disebut dalam Al-Qur’an lebih dahsyat dari pada pembunuhan ,peristiwa pembunuhan an sich akan menimbulkan lenyapnya nyawa , sedangkan fitnah dapat melenyapkan nyawa dan kehormatan sekaligus.corengan hitam akibat sebuah fitnah bahkan bisa terwarisi oleh sanak keluarga dan saudara lainnya .

Karenanya ,agama Islam dengan tegas menyuruh ummatnya menjauhi fitnah dan buruk sangka,Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.”(Qs.Al -Hujurat:12)

Alasan pelarangan itu menjadi sangat jelas bila melihat alur lahirnya sebuah prilaku,secara teori ,semua tindakan manusia diperintah dan dikendalikan oleh otaknya, sedang perintah itu sendiri merupakan kesimpulan dari infomasi yang telah ia miliki. bila informasi tersebut tidak benar akan terjadi banyak distorsi dan kesalahan sikap . demikianlah Imam Ibnu Qayyim juga menyatakan ,”segala amal dan prilaku diawali dari persepsi dan pandangan seseorang.”

Maka ,ketika Islam melarang keras sikap buruk sangka, semakin menegaskan bahwa penyelesaian suatu masalah harus dimulai dari bibitnya, dan .dengan melarang buruk sangka , artinya agama islam mengajarkan bagaimana memangkas masalah sejak dari akar utamanya.

Memang ,munculnya penyakit cepat menuduh, cepat terbakar emosi , bahkan terprovokasi dalam suatu masyarakat, bisa jadi merupakan akumulasi kekecewaan yang terus membuncah.di negeri ini sendiri , dalam kurun waktu yang sangat panjang, banyak orang tertekan, terdzolimi, teraniaya, tanpa bisa melakukan pembelaan, apalagi perlawanan.

Diperlukan ketulusan untuk senantiasa berpikir positif, dalam perspektif maslahat yang lebih luas .tanpa keengganan untuk tetap menegakkan hukum yang berlaku atas berbagai macam pelanggaran.dalam bahasa lain, sebisa mungkin perlu dibudayakan sikap-sikap dan prasangka baik, kecuali pada kasus-kasus yang sudah diyakini penuh tidak ada peluang untuk disikapi dengan prasangka baik. kebiasaan berburuk sangka telah ada sejak lama.disekitar kita, bila dicermati, bertebaran sikap manusia yang berprasangka buruk, sebutlah pandangan mata curiga, sinis, ekspresi kecut yang penuh apriori , sampai dalam bentuk sikap kasar yang tidak bersahabat.

Banyak factor yang memicu merebaknya prasangka-prasangka buruk :

1. Faktor Lingkungan

Lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar bagi lahirnya sikap buruk sangka. lingkungan dimaksud bisa keluarga, masyarakat, tempat bekerja, sekolah dll. lingkungan yang kejam, kotor , dan tidak sehat seringkali memberi pengaruh kuat bagi lahirnya kebiasan buruk sangka, bahkan dalam budaya orang-orang primitif, buruk sangka seringkali menjadi acuan utama kehidupan social mereka, sebagai kompensasi timbal balik dari lingkungan yang memang buruk .

Lingkungan hidup yang keras bisa menumbuh suburkan sikap cepat curiga . ia identik dengan medan tempat setiap orang harus bertarung mempertahankan hidupnya. berjibaku mengejar apa yang bisa ia makan, meski harus memangsa orang lain dengan jalan yang salah. bagaimana dengan lingkungan kita ??

2. Keyakinan yang salah

Keyakinan yang salah bisa melahirkan buruk sangka.termasuk dalam kategori ini adalah ideology atau aqidah yang salah. seperti berburuk sangka kepada Allah, dengan menuduh-Nya tidak adil. orang-orang jahiliyah sebelum islam punya keyakinan yang terkait erat dengan prasangka buruk, setiap memasuki hari-hari yang baru, mereka mengukur nasib dengan apa yang pertama kali mereka lihat. jika pagi mereka melihat ular, atau burung gagak, atau apa saja yang berwarna hitam, pertanda hari buruk sedang menanti . dalam islam, prilaku seperti ini disebut tathayur, secara bahasa, tathayur artinya sebuah prilaku menyandarkan sikap kepada burung. tindakan ini dilarang keras oleh islam karena bisa merusak aqidah .

3. Kepentingan politik

Kepentingan-kepentingan politik juga menjadi pemicu lahirnya sikap buruk sangka. definisi kepentingan politik yang dimaksud tidak selalu harus dalam konteks kekuasaan disebuah negara, dari tingkat lurah sampai presiden. bisa saja berbentuk politik pencapaian jabatan disebuah instansi, politik pencapaian tujuan tertentu dalam sebuah organisasi, atau dalam sebuah kominitas masyarakat. dizaman soeharto berkuasa ,tak sedikit kebijakan politik yang dijalankan berdasarkan buruk sangka, kekhawatian dan ketakutan kepada ummat islam dalam kurun yang cukup lama telah menjadi alasan untuk berlaku diskriminatif kepada anak bangsanya sendiri .

Pendek kata ,kepentingan politik telah menjadikan alasan sistem kewaspadan nasional sebagai pembenar tindakan-tindakan brutal ,yang dasrnya hanya prasangka buruk .Identifikasi bahwa semua orang Islam yang nampak konsisten disebut bagian dari ekstrim kanan , yang akan merongrong kewibawaan negara , menggulingkan pemerintahan yang sah , adalah idiom-idiom buruk sangka yang terus dijadikan komoditas politik pada masa itu , sayangnya ,idiom ekstrim kanan juga masih didegungkan oleh penguasa saat ini .bahkan,muncul kosa kata baru yaitu teroris,dan yang menjadi kebiasaan saat ini adalah menyebarkan prasangka dan keresahan dengan menyebut inisial ,sebagai tertuduh dalam beberapa kasus.

Tentu semua orang tidak ingin , bila bangsa ini terus menerus dipimpin oleh penguasa yang kebijakan politiknya hanya berdasarkan buruk sangka, berpijak pada asumsi-asumsi buta, atau bahkan hanya karena selera suka atau tidak suka .

4. Ilmu yang pas-pasan

Keterbatasan ilmu juga menjadi pemicu bagi munculnya sikap buruk sangka.minimnya pengetahuan akan berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk memandang masalah.menyimpulkan, serta menentukkan sikap atas berbagai peristiwa.

Dalam beberapa disiplin ilmu,kata prasangka secara definitive diartikan sebagai penguasaan masalah sebesar 50% atau lebih .ia sekaligus lawan dari kata faham.yaitu penguasaan masalah hingga seratus persen,maka,orang yang tidak paham,sangat mungkin memaknai sesuatu dengan cara yang salah .

Setiap orang harus sadar ,bahwa diatas yang tahu masih ada yang lebih tahu .diatas yang berilmu msih ada yang lebih berilmu .apalagi hampir semua ilmu itu dinamis,berkembang ,dan memunculkan hal-hal baru .

Buruk sangka karena keterbatasan pengetahuan bisa dihindari dengan mencari tahu.dahulu ,ketika Rasulullah memutuskan menerima perjanjian damai dengan orang-orang quraisy di hudaibiyah ,sebagian sahabat,termasuk umar bin khottab memandang itu sebagai kekalahan,tetapi dikemudian hari ia menyadarai kekeliruan dugaannya .

Dahulu,musa as menganggap hidhir telah bertindak aniaya, membolongi perahu,membunuh anak , serta memperbaiki bangunan disuatu kampung yang penduduknya pelit. setelah dijelaskan alasannya barulah ia menyadari bahwa dugaannya itu salah .

5. DiskriminasiBesar-kecil

Adanya diskriminasi atasorang-orang kecil oleh orang-orang besar dalam berbagai bentuk juga merupakan salah satu korban buruk sangka, seringkali orang-orang kaya memenuhi pikirannya dengan persepsi bahwa orang-orang miskin itu kumuh, udik, bodoh, bahkan pencuri . padahal ,orang-orang besar banyak juga yang profesinya sebagai koruptor dan penjahat berkerah putih .

6. Estimasi pertahanan diri

Kadang ,orang punya prasangka buruk demi kepentingan mempertahankan diri.rasa aman yang ingin diperoleh seseorang sering kali diwujudkan dengan membuat lingkar pengaman secara psikologis atas semua orang yang dihadapi.Kebiasaan ini bahkan telah merambah ke sector-sektor kehidupan harian kita .

Estimasi pertahanan diri yang dasarnya buruk sangka sangat berbahaya.ia bisa melahirkan sebuah stereotype . Sebuah penyeragaman pandangan atas suatu obyek dengan totalitas .seperti sangkaan bahwa laki-laki yang menuntun motor ditengah malam itu pasti pencuri ,atau setiap orang yang berambut panjang itu pasti preman,dll.

Urat nadi buruk sangka masih sangat banyak ,dengan menekan semaksimal mungkin sikap buruk sangaka, setidaknya kita telah memberikan kontsribusi yang cukup berarti bagi kelangsungan hidup banyak orang. ya, kita memang harus berpikir sebelum bertindak , kita harus berpengetahuan sebelum berkesimpulan .

Menurut Imam Ghozali ada beberapa hal yang bisa menghindarkan diri dari buruk sangka :

Pertama : Tumbuhkan empati kepada orang yang menjadi objek buruk sangka. rasakanlah bila objek buruk sangka itu adalah diri kita sendiri yang sangat mungkin mengalami banyak kekurangan

Kedua : Teliti dari mana sumber perasaan negatif , atau buruk sangka itu muncul.

Ketiga : Bila sumber informasi itu muncul dari dalam hati sendiri tanpa sebab-sebab yang jelas ,kecuali sekedar penampilan lahir atau kecurigaan belaka ,beristigfar,dan mohon ampunlah pada Allah .

Keempat: sadarilah bahwa lahiriyah seseorang tidak selalu identik dengan bathinnya, islam sama sekali tak mengajarkan penilaian seseorang dari aspek lahirnya .

Kelima :Terimalah fakta bahwa setiap orang pasti pernah lepas kontrol sesekali, tidak perlu mengembangkan perasaan dan dugaan terlalu besar dengan suatu kesalahan yang dilakukan seseorang , Rasulullah bersabda :”Berbahagialah orang yang disibukkan oleh aib dan kesalahan dirinya , ketimbang sibuk oleh aib dan kesalahan orang lain .”

Keenam: salah satu pemicu buruk sangka adalah rasa was-was atau bayangan ketakutan yang akan kita terima akibat pihak tertentu. untuk mengatasinya kita tumbuhkan keyakinan kuat bahwa Allah maha mengetahui apapun yang terjadi adalah kehendak kekuasaan Allah .

“Sesungguhny orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga .janganlah kamu mengira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu .Tiap-tiap dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya.dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar .”(Qs.An –Nur:11-12 )