Bahasa Arab..??ampyuun..!!!
Itulah kalimat yang sering keluar dari mulut saya .teringat saat setiap kali ada mata pelajaran Bahasa Arab kala masih duduk di bangku MTs ( SMP).Bagi saya belajar Bahasa Arab adalah menjemukan, ngantuk dan pasti terasa luuaama...
Karena itulah akhirnya tidak ada yang membuat saya tertarik belajar bahasa arab lebih jauh....
Sampai akhirnya saya merasa sangat berhasrat memahami Islam dengan baik ,dan saat kerinduan itupun muncul ada masalah yang menyertainya yakni kebanyakan ilmu agama yang bersumber dari aslinya menggunakan bahasa arab.
bahasa arab adalah sebuah keniscayaan yang harus saya pelajari dan saya pahami.Karena ia adalah bahasa al – Qur’an, bahasa as – Sunnah
Allah berfirman,
“sesungguhnya kami menjadikan al- Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya.” (QS.az – Zukhruf:3)
Tradisi ilmu keislaman tak akan pernah lepas dari Bahasa Arab. Karenanya pula Umar mengatakan tentang bahasa Arab,”barang siapa menghidupkan bahasa arab, maka berarti ia menghidupkan dien.”
Gerbang menuju lautan ilmu juga terbuka lebar bagi orang yang memahami Bahasa Arab.al – Quran diturunkan dengan Bahasa Arab, dan faktanya ribuan atau bahkan jutaan kitab yang ditulis oleh para ulama belum bisa dihadirkan dalam fersi terjemah.Dan nampaknya, terlalu banyak kendala jika harus menerjemahkan seluruhnya.walaupun ada yang versi terjemah masih berapa persennya?Dan bukan pilihan cerdas jika kita hanya menunggu kehadiran buku terjemah.
Kitab – kitab bahas arab pun kini hadir dengan kemasan digital,e book yang kita bisa download gratis, softwere komputer, contohnya program al – Maktabah Asy – Syamilah yang memuat lebih dari 10.000 jilid kitab dalam bentuk DVD.Tentu saja sangat berguna bagi yang mampu memahami Bahasa Arab.Sedang saya hanya melongo.....
Yang minim penguasaan bahasa Arab. Akhirnya saya mencoba mengoreksi kesalahan kegagalan saya selama ini.
Himmah I’liyah
Motifasi yang kuat pada diri, akan menentukan keberhasilan kita untuk belajar bahasa Arab.Ibnu Qayyim al – Jauziyyah berkata, “Cita – cita yang tinggi hanya bisa diraih dengan himmah a’liyah (motifasi yang tinggi) dan niyyah shahihah (niat yang benar)
Mungkin selama ini motifasi dan niat saya yang kurang benar atau kurang kuat.
Istiqamah
Inilah saya rasa penyebab kedua kegagalan saya belajar bahasa arab selama ini .Tidak kuat menahan kejenuhan dan kebosanan serta kesulitan sebelum sampai di tujuan. Semangat awal yang dimiliki pun tidak akan cukup membantu tanpa istiqomah.Terlalu cepat memfonis diri tidak berbakat,tidak bisa,atau alasan lain yang kental dengan nilai pesimis.ya...segigih apa belajar saya selama ini. Apakah saya telah berjuang segigih pakar bahasa Ibrahim al – Harabi ketika belajar Bahasa Arab.Seorang temannya berkata,”Aku belum pernah mendapatkan Ibrahim al – Arabi absen dimajlis Nahwu selama limapuluh tahun”
Wah..belum pantas ya..rasanya memfonis diri.
Metode yang tepat
Cara penyampaian yang tepat dan cepat saya rasa adalah faktor yang tak kalah penting dalam belajar Bahasa Arab.Pelajari kunci – kunci memahami Bahasa Arab sebelum datangnya titik jenuh.Selamat mencoba, semoga Allah memberikan kemudahan.Amin...
salam..alhamdulillah post yg menarik,ana suka bhs arab but still x dapat mnguasainya cz basic arab masih gak ada,mge 1 hari nnt ana dpt mnguasai bhs alquran ini..n kalo akhi ada web2 untuk mmpelajari bhs arab,bisa kan share sama ana..=)
BalasHapus